|
|
 |
 |
|
Wednesday, August 31, 2005
(Episode Pagi)
Aneh rasanya, berada diantara orang-orang yang pernah jadi bagian dari langkah-langkah keseharian. musim ta'aruf, eh ospek deng. jadi inget masa-masa baheula. duh, g terasa dah empat tahun berlalu. dah tua euy. tapi target kuliah....baru dua tahun lagi:-(I am sorry me Mom, i just wanna be like water...alias mengalir saja seperti air.
(Episode Siang)
Lagi-lagi seperti dulu. gema takbir, orasi, yel, tissue penutup muka, poster, selebaran pernyataan sikap, AKSI euy! bin demo. dah lama banget gak ikutan lagi, jangankan yang sukup gede bin nasional kayak aksi2 ke DPRD ttg BBM, pilkada, pemurtadan dll, aksi keliling kampus aja dah gak pernah lagi. bukan apa-apa, afwan body, fisik ane gak setangguh dulu lagi:( but its cool!semoga saja gelora semangat yg tadi bergema, bisa mengalir lagi, ALLHUAKBAR!!!(Bro, Sist, you know, that actually i'm still miss u all, and all our action, please, don't let me alone anymore!)
(Episode Sore)
Weks....jadi manajer tuh kayaknya capek ya? Kebayang deh, klo Bos Besar lagi nelpon nego sana sini, Bos Kecil sibuk nyiapin ini itu wara wiri kesana sini. baru ngatur satu acara aja aQ ma Nai dah pontang panting kebingungan, belom pengalaman sih. but at least, rasanya lumayan lega pas dah ngatur rundown+siapin segala hal untuk acara besok. klo gini sih, kayaknya mikir2 tawaran dari Bos kecill untuk jadi humasnya di bandung, hehehe.
(Episode Malam)
Keluar dari kamar, damai banget rasanya berada di tengah padang. ada bintang, ada angin, ada nyanyian serangga, ada langit yang cerah. andaikan boleh, mau tuh tiap dinihari keluar, dan bersujud disana,Subhanallah....Maha Suci Allah yang memberikan begitu banyak keindahan.
jadi inget masa Mapak dulu. tengah malam jurit malam di KiaraPayung, berakhir di tengah padang di bawah bulan purnama yang keperakan, langsung di'banjur'thausiyah sama 'Ayah Suri:D(klo ibu suri kan akhwat), klo bikin muhasabah di lapang kampus, keren juga tuh...
Dan ketika harus berbeda...
Allah...
hambaMu ini memang tidak lebih baik daripadanya. tapi jika akhirnya memutuskan untuk berbeda???sama sekali tidak pernah terbayangkan Rabb. entah apa yang jadi pertimbangan.
Allah...
rasa sakit karena pernah di-cap 'lepas' oleh sahabat-sahabat hamba, itu masih terasa. maka hamba berusaha membuktikan, bahwa hamba masih ada bersama mereka. tapi ini ya Rabb...hamba tahu, dia sangat labil.apa yang akan dia lakukan jika nanti satu persatu (semoga tidak)akan menjauhinya. dengan siapa dia akan berbagi? padahal kami sangat menyayanginya setulus hati.
Allah...
Engkaulah Maha Pemilik Hidayah
Engkau pula yang membolak-balikkan hati
Engkau pula yang menyatukan hati-hati kami
Maka Rabb...
hanya kepadaMulah, segala munajat suci,
Amiiin...
Posted at 10:24:31 pm by damyja
Permalink
Diam adalah emas...
Sahabat, sering kita dengar ungkapan tersebut. Namun diam seperti apakah yang akan menjadi emas? Tentu bukan diam karena tidak tahu, diam karena lemah, diam karena pasrah, atau diam karena menyerah kalah. Menjadi muslimah diam? Diam apakah yang akan menjadikan seorang muslimah menjadi pribadi unggulan yang dijadikan sebagai figur dambaan umat?
1. Dewasa.
Seorang muslimah dituntut untuk dewasa. Bukan hanya dewasa dari segi fisik atau usia, tetapi dituntut untuk bisa dewasa atau matang dalam sikap dan perbuatan. Seorang ibu dituntut untuk bersikap dewasa dihadapan anak-anak dan keluarganya. Jika seorang muslimah tidak bisa bersikap dewasa, maka ia akan tidak sabar dengan pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya, juga dia tidak akan sabar dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya.
Memang, setiap individu memiliki sisi kekanakan dalam dirinya. Tak masalah, jika usia seseorang masih terbilang muda, atau remaja, tapi pikirannya dewasa, sebaliknya, tak lucu jika seseorang yang sudah dewasa dari segi umur, namun sifatnya masih sangat kekanak-kanakkan. Seorang muslimah pun dituntut selalu berpikiran jernih di setiap kondisi. Semua itu bisa diraih bila muslimah bersikap dewasa.
2. Inovatif
Seorang muslimah dituntut untuk inovatif, selalu mempunyai gagasan dan ide-ide baru hingga segala sesuatu tidak terkesan monoton dan membosankan. Contoh, jika seorang ibu rumah tangga terus-terusan memasak masakan yang sama, tanpa ada inovasi-inovasi, tentu akan membuat anggota keluarganya bosan. Atau tatanan kamar yang sama selama bertahun-tahun, tentu akan membuat kita bosan.
Coba, jika kepala kita sedang penuh masalah, lalu kita rubah interior kamar kita, buang atau simpan barang-barang yang sudah tidak kita perlukan. Insya Allah, suasana baru akan membantu menyegarkan pikiran kita. Atau juga, jika kita memiliki beberapa pakaian lama yang masih bagus, kita bisa memperbaharuinya dengan menambah atau mevariasikannya dengan baju-baju lain atau dengan beberapa aksesoris, sehingga terkesan baru. Akan banyak hal-hal baru yang terciptakan yang akan membuat perubahan dalam hidup kita jika selalu berfikiran inovatif.
3. Alami
Bersikaplah wajar, alami, tidak dibuat buat. Berperilaku wajar dan alami tidak dibuat-buat. Berdandan wajar, alami tidak terlalu menor. Karena kadang segala sesuatu yang berlebihan malah membuat sesuatu jadi tidak enak dipandang. Segala sesuatu yang alami tak akan pernah lekang ditelan jaman. Biarkan segala sesuatu berjalan apa adanya, sesuai kehendak Allah.
4. Menyejukkan
Seorang muslimah haruslah jadi penyejuk bagi suami juga keluarganya. Seperti yang dilakukan Bunda Khadijah saat Rasulullah SAW ketika beliau mendapat wahyu pertama. Siti Khadijah menenangkan beliau. Siti Khadijah juga yang setia mendampingi Rasulullah SAW dalam setiap langkahnya. Seorang istri haruslah bisa jadi penyejuk dalam setiap langkah suaminya, penerang dalam gelapnya.
Seorang muslimah harus bisa jadi penyejuk di tengah lingkungannya, jangan sampai jadi pemanas suasana. Banyak wanita yang menghabiskan waktunya untuk bergosip, membuat suasana menjadi panas. Seorang istri harus dengan sabar mendampingi suaminya, karena banyak rumah tangga yang suasananya menjadi panas, hanya karena si istri menuntut terlalu banyak dari suaminya. Sudah banyak diriwayatkan, bahwa sebagian besar pengisi neraka adalah wanita. Na'udzubillahi min dzalik.
Seorang ibu juga harus selalu jadi penyejuk bagi anak-anaknya, menjadi pendengar yang setia dari setiap keluhan yang diceritakan anak-anaknya, dengan memberi thausiyah-thausiyah yang menyejukkan kalbu. Subhanallah, alangkah indahnya jika seorang muslimah bisa menjadi penyejuk pandangan setiap insan, terutama keluarganya. Dimana ia menjadi tempat yang dicari setiap orang untuk berteduh dari lelahnya, yang akan selalu siap menyambut mereka dengan senyuman yang tulus dan kata-katanya bagaikan embun di tengah gersang.
Ukhti muslimah, Saat ini kita terlalu lelah dengan berbagai kondisi yang sering tidak menentu. Maka jadilah antunna sebagai figur dambaan umat, yang dengan DIAM, antunna menjadi muslimah yang selalu dirindukan setiap orang.
Wallahu'alam bishshowab.
*yang tersisa dari sisa asa,
Rabb...betapa hambaMU ingin DIAM...:-(
Posted at 10:22:43 pm by damyja
Permalink
Monday, August 29, 2005
Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah kesempatan
Ketika engkau bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik,
Itu bukan pilihan itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan…
Itupun adalah kesempatan
Bila engkau memutuskan untuk mencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan
Ketika engkau memilih bersama dengan
Seseorang walaupun apapun yang terjadi
Itu adalah pilihan
Bahkan ketika kau menyadari
Bahwa masih banyak orang lain
Yang lebih menarik, pandai, dan kaya
Daripada pasanganmu dan
Tetap engkau memilih untuk mencintainya,
Itulah pilihan
Perasaan cinta, simpatik, tertarik
Datang bagai kesempatan pada kita…
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang
Mungkin sangat tepat :
Nasib membawa kita bersama.
Tetapi tetap bergantung pada kita
bagaimana membuat semuanya berhasil
*post by akh Iqbal_Ir
kado pernikahan M. Jayadi Amin & Sistha Lestari,
Jakarta, 27 August'05
Posted at 7:43:23 pm by damyja
Tuesday, July 19, 2005
KELUARGA MAHASISWA DAARUT TAUHIID (GAMADA) BANDUNG
PROUDLY PRESENT
PESANTREN MANAJEMEN DIRI MAHASISWA
TREND MAHASISWA 2005
"PAHLAWAN SEJATI, SOLUSI KEBANGKITAN NEGERI"
bersama :
KH. ABDULLAH GYMNASTIAR (Aa Gym)
ADHYAKSA DAULT (Menteri Pemuda & Olahraga)
KH. HILMAN ROSYAD SYIHAB , Lc(Anggota DPR RI)
ABU RABBANI ( LTQ Jendela hati)
ABU DEEDAT (FAKTA)
MASRUKHUL AMRI (Kowledge Entrepeneur)
ABDURRAHMAN YURI (A Deda) (Direktur MQ Corporation)
UMMU GHAIDA MUTHMAINNAH ( Teh Ninih)
Tim Asatidz Daarut Tauhiid
MATERI:
Leadership
Team Building
Unlocking Potential Power
Solo Bivoack
Out Bond
Ulumul Islam
Ulumul Quran
Keputrian
dll.
Fasilitas:
Kaos, Sticker, Buku Panduan, Buku Kenangan, Konsumsi, Sertifikat dll
Pelaksanaan:
3-7 Agustus 2005
Tempat:
Komplek Pesantren Daarut Tauhiid Bandung &
Bumi Perkemahan Cikole Lembang
Pendaftaran: Rp. 10.000,-
Biaya Sanlat: Rp. 400.000,-
Transfer Via Rekening:
BCA : a/n Rahman : No.Rek.0550174308
Bank Muamalat : a/n Abdul Hamid : No.Rek.101.1331522
Keterangan & Informasi :
Sekretariat GAMADA (Keluarga Mahasiswa Daarut Tauhiid) Bandung :
Jln. Gegerkalong Girang No 22 Bandung 40154
Tlp. (022) 2020547
Contac Person:
Rahman (081931423382)
Ajeng (081321505963)
e-mail ; gamada_bandung@yahoo.com
Didukung Oleh:
TARBAWI,ANNIDA,MQ TABLOID,MQFM,CYBERMQ,AL-IZZAH,
MQ GUEST HOUSE
Posted at 5:40:46 pm by damyja
|
|

kArEnA aKu bUkAn kArAnG, sEbAb iTU aKu tEgAR
sEsEoRaNg tIdAk aKaN pErNaH BaHaGiA jIKa mASiH hIDUp dALaM mASa lAluNya
|
|